Contoh Antivirus: 8 Aplikasi Populer, Jenis, dan Cara Memilihnya
Contoh antivirus yang paling banyak dipakai di Indonesia adalah Microsoft Defender Antivirus (bawaan Windows), Norton 360, Kaspersky, ESET, Bitdefender, Avast, McAfee, dan Malwarebytes. Sebagian gratis, sebagian berbayar per tahun, dan masing-masing punya kelebihan untuk kebutuhan yang berbeda. Antivirus sendiri adalah perangkat lunak untuk mencegah, mendeteksi, dan menghapus malware, yaitu program jahat seperti virus, trojan, ransomware, dan spyware.
Panduan ini membahas pengertian antivirus, jenis-jenisnya, delapan contoh aplikasi antivirus beserta pembuatnya, perbandingan versi gratis dan berbayar, serta cara memilih dan membeli lisensi antivirus yang aman. Semua fakta tentang perusahaan dan produk kami ambil dari Wikipedia dan situs resmi vendor yang kami buka pada Oktober 2026.

Apa Itu Antivirus?
Menurut Wikipedia, antivirus atau anti-malware adalah perangkat lunak yang dirancang untuk mencegah, mendeteksi, dan menghapus malware. Nama "antivirus" berasal dari masa awal komputer pribadi, ketika ancaman utamanya adalah virus komputer, yaitu program yang menggandakan diri dengan menyisipkan kodenya ke program lain. Sekarang ancamannya jauh lebih beragam, tetapi namanya tetap dipakai.
Cara kerja antivirus modern biasanya menggabungkan beberapa teknik. Pertama, pencocokan tanda tangan (signature), yaitu membandingkan berkas dengan basis data malware yang sudah dikenal. Kedua, analisis perilaku, yaitu mengawasi program yang bertingkah mencurigakan, misalnya mengenkripsi banyak berkas sekaligus. Ketiga, perlindungan berbasis cloud, di mana berkas yang belum dikenal dicek ke server vendor untuk mendapat penilaian cepat. Karena itu, antivirus perlu terus diperbarui. Antivirus dengan definisi lama hampir sama dengan tidak memakai antivirus.
Antivirus juga bukan satu-satunya lapisan keamanan. Kata sandi yang kuat, verifikasi dua langkah, dan kebiasaan tidak membuka lampiran sembarangan tetap penting. Untuk akun game dan toko digital, langkah-langkahnya kami bahas di cara mengamankan akun game dengan 2FA.
Fungsi Antivirus untuk Pengguna Sehari-hari
Fungsi utama antivirus bisa diringkas menjadi lima hal. Tabel berikut merangkumnya beserta contoh situasi yang sering dialami pengguna rumahan maupun pekerja kantor.
| Fungsi | Penjelasan singkat | Contoh situasi |
|---|---|---|
| Mencegah infeksi | Memindai berkas saat diunduh atau dibuka | Installer game bajakan yang disusupi trojan diblokir sebelum berjalan |
| Mendeteksi malware | Pemindaian cepat, penuh, atau kustom | Flashdisk dari warnet dipindai sebelum dibuka |
| Menghapus atau mengarantina | Memindahkan berkas berbahaya ke karantina | Lampiran email palsu dikarantina sehingga tidak bisa dijalankan |
| Melindungi saat browsing | Memblokir situs phishing dan unduhan berbahaya | Halaman login palsu yang meniru toko game diblokir |
| Melindungi data dari ransomware | Mengawasi program yang mengubah banyak berkas | Folder dokumen dicegah dienkripsi oleh program asing |
Fungsi keempat dan kelima makin penting. Banyak serangan sekarang tidak berbentuk virus klasik, melainkan halaman phishing yang mencuri kata sandi atau kode voucher. Kalau Anda sering membeli produk digital, panduan tips aman belanja produk digital membantu mengenali tanda-tanda penipuan sebelum terlambat.
Jenis-Jenis Antivirus
Antivirus bisa dikelompokkan menurut cara memperolehnya dan cakupan perlindungannya. Pembagian ini membantu Anda memutuskan apakah perlu membeli antivirus, atau cukup memakai yang sudah ada di perangkat.

- Antivirus bawaan sistem operasi. Contohnya Microsoft Defender Antivirus yang sudah terpasang di Windows 10 dan Windows 11. Tidak perlu dipasang dan tidak ada biaya tambahan.
- Antivirus gratis pihak ketiga. Contohnya Bitdefender Antivirus Free dan Avast Free Antivirus. Perlindungan dasarnya gratis, sementara fitur tambahan ditawarkan dalam versi berbayar.
- Antivirus berbayar atau suite keamanan. Contohnya Norton 360, Kaspersky, dan ESET. Biasanya dijual per tahun untuk sejumlah perangkat, dan sering ditambah VPN, pengelola kata sandi, atau kontrol orang tua.
- Pemindai sesuai permintaan. Contohnya Malwarebytes versi gratis, yang memindai dan menghapus malware saat dijalankan manual. Cocok sebagai pemeriksaan kedua di samping antivirus utama.
- Keamanan endpoint untuk bisnis. Produk seperti endpoint security, EDR, dan XDR untuk kantor dengan banyak perangkat yang dikelola terpusat.
Untuk kebanyakan pengguna rumahan, kombinasi antivirus bawaan dan kebiasaan aman sudah memberi perlindungan dasar. Antivirus berbayar mulai masuk akal ketika Anda melindungi beberapa perangkat sekaligus, termasuk HP keluarga, atau ketika fitur tambahannya memang akan dipakai.
8 Contoh Antivirus yang Populer
Berikut delapan contoh aplikasi antivirus yang paling sering ditemui, lengkap dengan pembuat dan asal perusahaannya menurut Wikipedia. Urutan ini bukan peringkat kualitas. Untuk perbandingan kemampuan deteksi, lihat hasil uji lab independen yang kami bahas di bagian cara memilih.
| Antivirus | Pembuat | Asal perusahaan | Versi gratis |
|---|---|---|---|
| Microsoft Defender Antivirus | Microsoft | Amerika Serikat | Ya, bawaan Windows |
| Norton 360 | Gen Digital | Amerika Serikat dan Ceko | Tidak, berbayar |
| Kaspersky | Kaspersky Lab | Rusia | Ada versi gratis |
| ESET | ESET | Slovakia | Tidak, berbayar dengan masa uji |
| Bitdefender | Bitdefender | Rumania | Ya, Antivirus Free untuk Windows |
| Avast | Gen Digital | Ceko | Ya, Avast Free Antivirus |
| McAfee | McAfee Corp. | Amerika Serikat | Tidak, berbayar dengan masa uji |
| Malwarebytes | Malwarebytes Corporation | Amerika Serikat | Ya, pemindai manual |
1. Microsoft Defender Antivirus
Menurut Wikipedia, Microsoft Defender Antivirus awalnya dirilis sebagai program anti-spyware gratis untuk Windows XP, lalu berkembang menjadi antivirus lengkap. Di Windows 10 dan 11, aksesnya lewat aplikasi Keamanan Windows. Halaman dukungan Microsoft menyebut empat jenis pemindaian: pemindaian cepat, pemindaian penuh, pemindaian kustom, dan pemindaian offline yang berjalan di Lingkungan Pemulihan Windows.
2. Norton 360
Norton 360 adalah suite keamanan buatan Gen Digital. Wikipedia mencatat merek ini pertama kali diperkenalkan pada 2006, sempat digantikan Norton Security pada 2014, lalu dihidupkan lagi pada 2019. Di halaman resmi Norton 360 Deluxe kawasan Asia, paket Deluxe disebut mencakup 5 perangkat, VPN, kontrol orang tua, dan cadangan cloud 75 GB, dengan harga normal US$59,99 per tahun dan promo US$29,99 untuk tahun pertama saat kami cek pada 23 Oktober 2026.

Di Digidang, Anda bisa membeli Norton 360 Deluxe untuk 1 tahun dalam bentuk kode digital. Rincian fitur paketnya bisa Anda cocokkan dengan halaman resmi Norton.
3. Kaspersky
Kaspersky dibuat oleh Kaspersky Lab, perusahaan keamanan siber yang berkantor pusat di Moskow dan didirikan pada 1997, menurut Wikipedia. Tim risetnya dikenal lewat temuan operasi spionase siber besar. Catatan penting: Wikipedia juga mencatat bahwa pada Juni 2024 pemerintah Amerika Serikat mengumumkan larangan penjualan perangkat lunak Kaspersky di AS. Larangan itu berlaku di Amerika Serikat, bukan di Indonesia, tetapi layak Anda ketahui sebelum memilih. Di Digidang tersedia lisensi Kaspersky 1 tahun.
4. ESET
ESET adalah perusahaan keamanan siber asal Slovakia yang berkantor pusat di Bratislava. Menurut Wikipedia, perusahaan ini didirikan pada 1992 dan berakar dari antivirus NOD yang dikembangkan sejak 1987. ESET punya situs khusus Indonesia, dan halaman resminya mengingatkan bahwa aktivasi produk yang dibeli di sana dibatasi untuk wilayah Indonesia dan Timor Leste.

5. Bitdefender
Bitdefender adalah perusahaan teknologi keamanan siber yang didirikan dan berkantor pusat di Bukares, Rumania, menurut Wikipedia. Produk gratisnya, Bitdefender Antivirus Free, menurut halaman resminya memberi perlindungan dasar khusus Windows, sedangkan Antivirus Plus ditawarkan seharga US$19,99 untuk perlindungan lebih lengkap.

6. Avast
Avast adalah perusahaan perangkat lunak keamanan asal Ceko yang berkantor pusat di Praha dan kini menjadi anak usaha Gen Digital, induk yang sama dengan Norton, menurut Wikipedia. Avast Free Antivirus tersedia gratis di situs resminya dan banyak dipakai sebagai antivirus gratis pertama di PC rumahan.
7. McAfee
McAfee adalah perusahaan perangkat lunak asal Amerika Serikat yang berkantor pusat di San Jose, California, dan berfokus pada perlindungan online untuk konsumen, menurut Wikipedia. Di situs resminya, McAfee Total Protection ditawarkan dengan masa uji gratis 30 hari, tersedia untuk Windows, macOS, Android, iOS, dan ChromeOS.
8. Malwarebytes
Menurut Wikipedia, Malwarebytes pertama kali dirilis Januari 2006 dan tersedia untuk Windows, macOS, ChromeOS, Android, dan iOS. Versi gratisnya memindai dan menghapus malware saat dijalankan manual, sedangkan versi berbayar menambah pemindaian terjadwal dan perlindungan real-time. Ulasan lengkapnya ada di panduan Malwarebytes.
Antivirus Gratis atau Berbayar?
Pertanyaan ini paling sering muncul. Jawabannya tergantung jumlah perangkat, kebiasaan online, dan fitur yang Anda butuhkan. Antivirus gratis seperti Microsoft Defender, Bitdefender Antivirus Free, dan Avast Free Antivirus memberi perlindungan dasar terhadap malware. Versi berbayar menambah fitur yang tidak terkait langsung dengan deteksi virus, tetapi berguna untuk keluarga atau pekerja yang sering memakai Wi-Fi publik.
| Aspek | Antivirus gratis | Antivirus berbayar |
|---|---|---|
| Perlindungan malware dasar | Ada | Ada |
| Jumlah perangkat | Biasanya satu perangkat yang dipasangi | Beberapa perangkat dalam satu lisensi, misalnya 5 perangkat |
| VPN | Umumnya tidak ada atau sangat terbatas | Sering disertakan di paket suite |
| Kontrol orang tua | Jarang | Sering disertakan |
| Dukungan pelanggan | Terbatas | Lebih lengkap |
| Biaya | Rp0 | Langganan per tahun |
Satu hal yang perlu diingat: jangan memasang dua antivirus dengan perlindungan real-time sekaligus. Keduanya bisa saling mengganggu dan membuat komputer lambat. Pemindai manual seperti Malwarebytes versi gratis boleh dipakai berdampingan karena tidak berjalan terus di latar belakang.
Cara Memilih Antivirus yang Tepat
Sebelum membeli, jawab lima pertanyaan berikut. Urutan ini membantu Anda tidak membayar fitur yang tidak akan dipakai.

- Hitung perangkat yang perlu dilindungi. Laptop, PC, dan HP anggota keluarga. Paket berbayar biasanya dihargai berdasarkan jumlah perangkat.
- Nilai apakah perlindungan bawaan sudah cukup. Kalau Anda hanya memakai satu laptop Windows untuk kerja dan hiburan, Keamanan Windows yang selalu diperbarui sudah memberi perlindungan dasar.
- Pilih fitur tambahan yang benar-benar akan dipakai. VPN, pengelola kata sandi, kontrol orang tua, atau cadangan cloud. Untuk pengelola kata sandi terpisah, lihat panduan 1Password.
- Cek hasil uji lab independen. Lembaga seperti AV-TEST dan AV-Comparatives rutin menguji kemampuan deteksi dan dampak antivirus terhadap kinerja komputer.
- Pastikan sumber lisensinya jelas. Beli dari situs resmi vendor atau toko tepercaya. Kunci yang harganya jauh di bawah wajar sering berasal dari lisensi wilayah lain atau lisensi bisnis yang dijual eceran.
Perhatikan juga sistem operasi. Kalau Anda masih memakai Windows lama yang tidak lagi menerima pembaruan keamanan (lihat jadwal dukungan Windows 10 di Microsoft Learn), antivirus saja tidak cukup. Panduan lisensi Windows 11 menjelaskan pilihan upgrade yang resmi.
Cara Memasang dan Merawat Antivirus
Setelah memilih, ikuti langkah berikut supaya antivirus bekerja maksimal:
- Unduh installer hanya dari situs resmi vendor, bukan dari tautan iklan atau situs unduhan pihak ketiga.
- Kalau memasang antivirus berbayar, biarkan Microsoft Defender menyesuaikan diri. Jangan memaksa dua perlindungan real-time aktif bersamaan.
- Masukkan kode aktivasi atau masuk dengan akun vendor, lalu pastikan status lisensinya aktif.
- Jalankan pemindaian penuh pertama kali setelah pemasangan.
- Biarkan pembaruan otomatis menyala, dan cek status perlindungan seminggu sekali.
- Catat tanggal kedaluwarsa lisensi supaya perlindungan tidak terputus.
Kalau Anda memakai Microsoft 365, akun Microsoft yang sama juga dipakai untuk mengelola langganan Microsoft 365 dan perangkat. Penjelasannya ada di artikel akun Microsoft dan panduan Microsoft 365.
Tips Aman Membeli Lisensi Antivirus
Antivirus adalah perangkat lunak keamanan, jadi ironis kalau lisensinya justru dibeli dari sumber yang tidak jelas. Beberapa tanda lisensi bermasalah: harga jauh di bawah harga resmi tanpa alasan, penjual meminta Anda memasang installer dari tautan pribadi, atau kode hanya bisa diaktifkan lewat "aktivator". Installer modifikasi bisa saja disusupi malware, persis hal yang ingin Anda cegah.
Di Digidang, setiap produk software dijual sebagai kode digital, dan aktivasinya dilakukan di aplikasi atau situs resmi vendor. Sebelum membeli, cek wilayah aktivasi dan jumlah perangkat di halaman produk. Pilihan lisensi software lainnya, termasuk Windows dan Office, bisa Anda lihat di kategori software dan ulasan aplikasi Microsoft Office. Alternatif office gratis juga kami bahas di apa itu WPS Office.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa saja contoh antivirus?
Contoh antivirus yang populer adalah Microsoft Defender Antivirus, Norton 360, Kaspersky, ESET, Bitdefender, Avast, McAfee, dan Malwarebytes. Microsoft Defender sudah terpasang di Windows, sementara yang lain bisa diunduh dari situs resmi masing-masing vendor.
Apa pengertian antivirus?
Antivirus adalah perangkat lunak yang dirancang untuk mencegah, mendeteksi, dan menghapus malware, termasuk virus, trojan, ransomware, dan spyware. Antivirus modern menggabungkan pencocokan tanda tangan, analisis perilaku, dan perlindungan berbasis cloud.
Apa saja jenis-jenis antivirus?
Jenisnya antara lain antivirus bawaan sistem operasi, antivirus gratis pihak ketiga, antivirus berbayar atau suite keamanan, pemindai sesuai permintaan, dan keamanan endpoint untuk bisnis.
Apakah Windows Defender sudah cukup?
Untuk banyak pengguna rumahan, Microsoft Defender Antivirus yang selalu diperbarui sudah memberi perlindungan dasar. Antivirus berbayar berguna bila Anda melindungi banyak perangkat atau membutuhkan fitur tambahan seperti VPN dan kontrol orang tua.
Bolehkah memasang dua antivirus sekaligus?
Sebaiknya tidak untuk dua antivirus dengan perlindungan real-time, karena bisa saling mengganggu dan memperlambat komputer. Pemindai manual seperti Malwarebytes versi gratis boleh dipakai sebagai pemeriksaan kedua.
Antivirus gratis apa yang bagus?
Pilihan gratis yang umum dipakai adalah Microsoft Defender Antivirus bawaan Windows, Bitdefender Antivirus Free, dan Avast Free Antivirus. Cek hasil uji AV-TEST atau AV-Comparatives terbaru untuk membandingkan kemampuan deteksinya.
Apakah Kaspersky masih bisa dipakai di Indonesia?
Menurut Wikipedia, larangan penjualan yang diumumkan pada Juni 2024 hanya berlaku di Amerika Serikat. Lisensi Kaspersky juga tersedia di Digidang. Keputusan memakainya kembali ke pertimbangan Anda sendiri.
Berapa lama masa berlaku lisensi antivirus berbayar?
Umumnya satu tahun untuk sejumlah perangkat tertentu, misalnya Norton 360 Deluxe untuk 5 perangkat. Beberapa vendor juga menawarkan paket dua tahun. Cek masa berlaku dan jumlah perangkat sebelum membeli.
Digidang Team
Penggemar gaming dan pakar marketplace yang berbagi tips, panduan, dan penawaran gaming terbaik.